PALANGKA RAYA, CITRAKALTENG.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah kabupaten/kota, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Kehutanan, dan relawan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalteng, Selasa (11/8/2026).
Penanganan dilakukan melalui pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, patroli, serta pemantauan melalui jalur darat dan udara. Berdasarkan pembaruan Posko Penanganan Karhutla Provinsi Kalteng, sejumlah titik masih dalam proses penanganan, terutama pada kawasan gambut dengan medan sulit, akses terbatas, sebaran api luas, dan keterbatasan sumber air.
Di Kota Palangka Raya, penanganan masih berlangsung di wilayah Jekan Raya dan Bukit Tunggal. Karhutla di Jalan Tegal Sari mencapai sekitar 4,29 hektare, dengan 0,92 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara kebakaran di Jalan Gurame dan Jalan Rungan, Bukit Tunggal, dengan total luas sekitar 0,58 hektare telah berhasil dipadamkan.
Di Kabupaten Kotawaringin Timur, kebakaran di Baamang Hulu seluas sekitar 28 hektare dan Jalan Tjilik Riwut Km 7 sekitar 15 hektare masih ditangani. Keterbatasan sumber air menjadi salah satu kendala utama petugas.
Penanganan juga dilakukan di Barito Utara, Barito Selatan, Kapuas, Katingan, dan Pulang Pisau. Salah satu lokasi yang masih menjadi perhatian adalah kawasan gambut Tumbang Nusa, Pulang Pisau, yang belum sepenuhnya padam. Di Desa Kalahien, Barito Selatan, kebakaran sekitar 10 hektare juga masih dalam penanganan.
Sementara di Tanjung Taruna, tim gabungan terus melakukan pembasahan dan pemadaman. Sekitar 0,8 hektare lahan di Jalan Tanjung Taruna masih mengeluarkan asap, sedangkan kebakaran sekitar 0,3 hektare di Jalan Rahmat hingga Satu Atap juga belum sepenuhnya padam.
Berdasarkan data BMKG hingga 11 Agustus 2026, tercatat sebanyak 645 hotspot di Kalimantan Tengah. Hotspot tertinggi berada di Kotawaringin Timur sebanyak 189 titik dan Kapuas sebanyak 114 titik.
Pergerakan asap terpantau menuju barat laut. Kondisi berkabut asap mulai terjadi di Buntok dan Muara Teweh dengan jarak pandang sekitar 5–7 kilometer. Sementara Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit relatif cerah dengan jarak pandang 9–10 kilometer.
Kualitas udara juga bervariasi. Katingan dan Barito Selatan berada pada kategori Tidak Sehat, sementara enam wilayah lainnya berada pada kategori Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif. Kotawaringin Barat berada dalam kategori Baik dengan ISPU 21.
Penanganan karhutla turut diperkuat melalui operasi udara. Satgas melakukan pemantauan terhadap hotspot dan patroli, termasuk waterbombing di Sebangau Kuala dan Petuk Katimpun serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kotawaringin Timur dengan penyemaian 1.000 kilogram garam.
Dari sisi kesehatan, tercatat 2.052 kasus ISPA selama periode 7–11 Agustus 2026 di 14 kabupaten/kota se-Kalteng. Pada 11 Agustus tercatat 600 kasus baru, dengan sembilan pasien menjalani rawat inap. Kasus tertinggi berada di Palangka Raya sebanyak 115 kasus dan Kotawaringin Barat 111 kasus.
Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota terus melakukan pemantauan, pelayanan kesehatan, edukasi, pembagian masker, serta pemantauan kondisi kesehatan petugas.
Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.
Pemerintah Provinsi Kalteng memastikan tim gabungan akan terus mengintensifkan patroli, pemadaman, penyekatan, pembasahan, dan pendinginan sesuai kondisi lapangan serta perkembangan cuaca.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan karhutla sekaligus melindungi masyarakat, permukiman, dan lingkungan dari dampak kebakaran yang semakin meluas.





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan