PALANGKA RAYA, CITRAKALTENG.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya menggelar Pertemuan Koordinasi Tim Pembina (TP) Posyandu terkait Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Altrue Hotel, Kota Palangka Raya, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi kendala, merumuskan strategi penguatan posyandu, serta membangun komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyampaikan bahwa posyandu merupakan wadah partisipasi masyarakat yang menjadi mitra pemerintah dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan berbagai layanan sosial dasar lainnya. Peran tersebut dijalankan melalui kader posyandu yang turut mendampingi masyarakat dalam memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
Menurutnya, pelayanan kesehatan di posyandu menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Melalui layanan tersebut, masyarakat di wilayah perkotaan maupun perdesaan diharapkan semakin mampu mengenali, mencegah, dan mengatasi permasalahan kesehatan secara mandiri.
“Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama melalui upaya promotif dan preventif. Karena itu, keberadaan posyandu perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas,” ujar Riduan.
Ia menjelaskan, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, posyandu sebagai salah satu Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK) memerlukan pembinaan, penataan, pemberdayaan, dan pendayagunaan secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk memastikan pelayanan posyandu berjalan optimal dan mampu menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat di setiap wilayah.
Penguatan posyandu, lanjut Riduan, perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di masing-masing wilayah kerja puskesmas. Khususnya, dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan dasar yang mencakup seluruh kelompok sasaran berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Riduan berharap seluruh pihak dapat menyatukan semangat dan komitmen untuk meningkatkan peran posyandu. Sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor krusial dalam mewujudkan pelayanan yang lebih efektif, merata, dan berkelanjutan.
“Mari kita jadikan posyandu sebagai rumah sehat dan ujung tombak pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Kota Palangka Raya. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, kita berharap posyandu semakin berdaya, semakin maju, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat demi terwujudnya Kota Palangka Raya yang berkeadilan dan semakin keren,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan